Diposkan pada Islami

Sikap Seekor Rusa

Di sebuah hutan, seekor rusa sedang berada di tepi sebuah kolam yang jernih airnya. Sambil meminum airnya ia bercermin di kejernihan kolam itu. Ia memandangi sekujur tubuhnya. Ia berfikir betapa bagus bentuk tubuhnya dengan tanduknya yang bercabang indah namun sayang kakinya kecil. Ia fikir keberadaan kakinya yang kecil ini tidak serasi dengan potongan tubuhnya yang atletis dan tanduknya yang bercabang indah itu. Timbul prasangka buruk dalam dirinya: Allah tidak adil! Mengapa menciptakan tubuhku yang bagus, tandukku yang indah tapi kakiku kecil seperti ini! Lanjutkan membaca “Sikap Seekor Rusa”

Iklan
Diposkan pada Islami

Tertinggal Bis Karena WC

Perumpamaan orang yang terlena oleh dunia adalah seperti serombongan orang yang pergi piknik (rekreasi) ke suatu tempat misalnya tempat wisata “Z”. Di tengah perjalanan bis berhenti sejenak untuk beristirahat. Penumpang salah satunya ada yang berkesempatan pergi ke WC dan yang lainnya sekadar duduk dekat bis melepaskan penat. Penumpang yang hendak buang air kecil di WC terkesan dengan fasilitas WC yang bersih, indah dan mewah. WC itu menyediakan ruang duduk yang dilengkapi TV berlayar besar. Di samping ber-AC ruangannya juga dilengkapi dispenser untuk tempat minum gratis. Di dalam WC-nya pun dilengkapi barang-barang serba lux dan modern. Mulai dan closet sampai wastapelnya serba wah. Pokoknya membuat si penumpang tadi bengong, kagum dan terpesona. Akhirnya ia lupa bahwa niat semula datang ke WC itu hanya untuk sekadar buang air kecil saja. Tetapi setelah melihat fasilitas yang ada di WC yang serba menakjubkannya itu ia malah menikmatinya. Tanpa ia sadari bis rombongan wisata itu telah pergi meninggalkannya. Penumpang itu tertinggal bis gara-gara WC. Lanjutkan membaca “Tertinggal Bis Karena WC”

Diposkan pada Islami

Anis, Harben dan Amsol

Sebuah keluarga terdiri dan suami istri dan tiga orang anak. Anak pertama bernama Anis, anak kedua Harben, dan anak ketiga Amsol. Anis dan Harben begitu disayang oleh bapaknya sementara Amsol tidak pernah diperhatikan bahkan terkesan tidak diurus oleh bapaknya. Si Bapak begitu membangga-banggakan Anis dan Harben, memanjakannya dan mencurahkan seluruh kasih sayang untuk mengurusnya. Lain halnya perlakuan kepada Amsol, dipinggirkan dan tidak diperdulikan. Lanjutkan membaca “Anis, Harben dan Amsol”