Posted in Islami

Kisah Ayas


Ayas adalah seorang miskin yang jujur dan pintar. Ia bekerja sebagai pencari rumput untuk hewan-hewan ternak. Ia dikenal oleh masyarakat sebagai seorang yang baik budi bahasanya, sopan santun, amanah, tawadhu dan penyabar. Karena itu Raja pun tertarik dengannya dan mempekerjakan Ayas sebagai tukang kebun kerajaan.

Kejujuran dan kecerdasan Ayas telah cukup membuat prestasi kerja dia di kerajaan itu mendapat acungan jempol dari Raja sehingga Raja bertambah sayang dan suka kepadanya. Tentunya hal ini membuat iri para pembantu dan menteri-menteni kerajaan.

Raja ingin menguji kejujuran Ayas. Suatu hari ia mengumpulkan seluruh pembantunya, menteri-menteri dan petinggi kerajaan yang lainnya. Raja berkata kepada semua yang hadir, “Apakah kalian selalu siap mendengar dan menjalankan titahku?”

Serempak semua yang hadir menjawab, “Siap baginda!”

“Terima kasih,” sahut raja. Raja mengambil permata kerajaan dan berkata, “Sekarang saya perintahkan untuk memecahkan permata kerajaan ini.”

Mula-mula para menteri yang disuruhnya, tetapi mereka menolak sambil mengatakan terlalu sayang kalau permata kerajaan yang berharga dan keramat itu harus dipecahkan. Kemudian raja menyuruh Ayas untuk memecahkan permata itu. Tanpa fikir panjang Ayas menghancurkan permata itu dengan kapak. Kontan hadirin terkejut dan memaki-maki Ayas sebagai seorang yang tak tahu diri, bodoh dan segudang umpatan lainnya dialamatkan kepada Ayas. Raja hanya terdiam. Kemudian raja bertanya kepada Ayas, “Mengapa kamu menghancurkan permata itu?”

Ayas menjawab, “Ampun paduka, saya hanya menaati perintah paduka yang mulia untuk menghancurkan permata itu. Bagi saya permata itu tidak ada harganya jika dibandingkan dengan perintah paduka yang mulia.”

Maka raja tersenyum bahagia. Setelah peristiwa itu raja semakin sayang pada Ayas dan hal ini membuat iri hati dan kebencian menteri-menteri kerajaan kepada Ayas semakin kuat.

Raja kembali ingin menguji kejujuran dan kepintaran Ayas, maka dikumpulkannya kembali seluruh penghuni kerajaan kemudian Raja berkata, “Nah sekarang setiap yang berharga di dekat kalian boleh dipegang dan dimiliki.”

Suasana menjadi hiruk pikuk, para menteri ada yang berdiri dekat dengan perhiasan kerajaan dan memegangnya, ada yang memegang emas permata, dan lain-lain. Tapi Ayas hanya diam saja. Raja heran dan bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak mengambil barang berharga kerajaan yang terdekat denganmu?”

Ayas hanya menjawab dengan pertanyaan, “Saya hanya ingin memastikan perintah raja, benarkah Raja menyuruh memegang barang berharga terdekat dan setelah itu barang tadi menjadi milik saya?”

Raja menjawab, “Benar.”

Maka tiba-tiba Ayas memeluk tubuh raja. Semua yang hadir kembali dibuat kaget dengar kelakuan Ayas. Setelah raja meredakan suasana, ia meminta penjelasan Ayas.

Ayas menjelaskan mengapa ia memeluk raja. Karena raja adalah barang paling berharga di kerajaan itu. Barangsiapa memiliki raja berarti otomatis memiliki seluruh kerajaan berikut harta dan kekuasaannya. Kemudian Ayas melanjutkan, begitulah jika seorang manusia “memegang” dan ta’aluk-nya (hubungannya) dengan Allah SWT baik, maka Allah SWT sebagai Maha Raja dari sekalian Raja akan beserta kita setiap saat. Secara otomatis pertolongan dan bantuan-Nya senantiasa bersama kita, setiap doá dan permohonan kita akan dikabulkan oleh-Nya. Dan kalau ini sudah wujud maka seluruh makhluk ciptaan Allah SWT akan tunduk dan berkhidmat (melayani) kita.” Demikian penjelasan Ayas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s