Posted in Islami

Sikap Seekor Rusa


Di sebuah hutan, seekor rusa sedang berada di tepi sebuah kolam yang jernih airnya. Sambil meminum airnya ia bercermin di kejernihan kolam itu. Ia memandangi sekujur tubuhnya. Ia berfikir betapa bagus bentuk tubuhnya dengan tanduknya yang bercabang indah namun sayang kakinya kecil. Ia fikir keberadaan kakinya yang kecil ini tidak serasi dengan potongan tubuhnya yang atletis dan tanduknya yang bercabang indah itu. Timbul prasangka buruk dalam dirinya: Allah tidak adil! Mengapa menciptakan tubuhku yang bagus, tandukku yang indah tapi kakiku kecil seperti ini!

Pada saat berfikir demikian, tiba-tiba datanglah seekor harimau lapar mendekatinya dan bersiap menerkamnya. Sang rusa kaget dan dengan segera kabur melarikan diri. Harimau mengejar. Maka terjadilah kejar-kejaran di dalam hutan itu. Dengan kakinya yang kecil, sang rusa jauh meninggalkan harimau. Sambil berlari, sang rusa berfikir, “Untung kakiku ini kecil, bagaimana kalau kakiku besar, tentu aku akan dengan mudah dikejar dan dilahap harimau itu”. Pada saat kejar-kejaran terjadi dan sang rusa berlari dengan cepat meninggalkan harimau di belakangnya, ia memasuki hutan yang banyak sekali akar-akar pohon menjuntai dan berdaun lebat. Saat harimau berhasil mengejar rusa dan mendekatinya, sang rusa melompat ke dalam rerimbunan pepohonan tadi tapi pada saat melompat tiba-tiba… hup! Tanduknya yang bercabang menyangkut pada akar-akar pohon yang menjuntai tadi. Wah celaka!

Akhirnya… dengan tenang dan senyum kemenangan harimau datang mendekat dan dengan mudahnya menerkam rusa serta memangsanya. Sebuah episode yang tragis bagi sang rusa !!!

Yah sang rusa telah salah sangka. Kakinya yang kecil dan membuatnya rendah diri ternyata malah bermanfaat dan menyelamatkannya dan kejaran harimau sedangkan tanduknya yang indah bercabang dan menjadi kebanggaannya malah justru mencelakakannya, tersangkut pada akar pohon.

Kaki rusa ibarat amal-amal shalih untuk bekal akhirat yang seolah-olah tampak kecil (tidak penting) untuk kehidupan setelah kematian. Padahal setelah manusia terbaring sendirian di dalam kubur itu, amalan shalat, sedekah, shaum, dzikir, zakat, haji, jihad, menuntut ilmu dan da’wah lah yang ternyata akan menerangi dan menyelamatkan manusia di kehidupan hakiki dan abadi. Sementara tanduk rusa ibarat dunia dan perhiasannya yang hari ini begitu dibanggakan, diusahakan dengan sekuat tenaga sampai manusia melupakan hari pertemuan dengan Rabbnya ternyata malah mencelakakannya. Manusia terlena dan tertipu oleh dunia sehingga melupakan bekal dan usaha yang sesungguhnya menuju kampung akhirat. Sampai akhirnya perhiasan dunia (harta, pangkat dan jabatan) tadi ditinggalkan oleh manusia ketika ajal datang menjemput, tanpa kompromi dan tanpa basa-basi, Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun!

2 thoughts on “Sikap Seekor Rusa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s