Posted in Islami

Macan dan Kambing


Macan & Kambing
Macan & Kambing
Ummat Islam saat ini seperti anak macan yang diasuh oleh kambing. Kambingnya adalah Yahudi dan Nasrani. Macan yang seharusnya menjadi raja hutan (menguasai dunia) sekarang dinina-bobokan di bawah asuhan dan belaian Yahudi dan Nasrani. Sehingga jangan heran jika di hampir di semua sektor kehidupan, umat Islam tersisih, terpinggirkan, dan tergilas. Kambing seharusnya di bawah kekuasaan macan sang raja hutan. Tapi sekarang anak macan (ummat Islam) itu pada wujudnya macan yang gagah dan ditakuti semua binatang, ternyata mentalnya kambing yang bisanya hanya makan rumput! Celakanya, si anak macan tadi juga ikut-ikutan meniru dan bergaya seperti kambing yang dipaksanya untuk makan rumput, dan macan itu mau!! Suara auman sang macan harus dipaksakan mengembik seperti kambing, karena didikan dan suasana dunia kambing yang akrab ditemuinya sehari-hari, sangat ironis dan memprihatinkan.

Kambing yang seharusnya menjadi santapan (mangsa) si anak macan. Mengapa bisa menjadi seperti ini?

Jawabannya karena si anak macan belum menyadari dirinya itu macan dan mempunyai orang tua dan garis keturunan macan juga. Yang secara fitrah harus menjadi penguasa hutan. Pada saat si anak macan bertemu dengan orang tuanya, keduanya mengajarinya menjadi raja (khalifah) di kerajaan hutan belantara. Diajarinya cara menjadi sosok raja hutan, dari mulai cara berkelahi, berburu, dan menakut-nakuti musuh. Aumannya menggetarkan bulu kuduk Setiap binatang penghuni hutan. Kehadirannya terutama saat ia lapar menjadi mimpi buruk bagi siapa pun binatang yang berjumpa dan berhasil dijumpainya. Macan adalah sang aggressor (penyerang), sang hunter (pemburu) dan pemangsa yang tiada duanya. Jangankan kambing, binatang lain yang meskipun bertanduk tak akan berkutik dalam hitungan jam jika berkelahi menghadapi macan, binatang buas lain pun akar berfikir dua kali kalau harus menghadapi macan.

Cara yang paling baik untuk mengembalikan supremasi (kewibawaan) macan adalah pertama dengan disadarkan bahwa macan (ummat Islam) itu adalah raja hutan (khalifah fil ardhi). Kedua, adalah dengan dikembalikan kepada bentuk dan potensi yang aslinya sebagai ummat da’wah (QS Ali Imran: 110) yang dipersiapkan sebagai rohmatan lil alamin. Dikembalikannnya ummat akhir zaman kepada kerja nabinya (nubuwwah) akan menjadikan ummat ini kembali menguasai peradaban, kehidupan, dan dunia ini. Sebagaimana generasi awal para sahabat Nabi saw. telah mampu menaklukkan dua kekuatan adi kuasa (super power) pada saat itu yaitu Rum dan Parsi. Mulai saat ini, sadarilah wahai macan…! bahwa engkau adalah ummat terakhir pewaris kerja nabi. Ambillah da’wah sebagai maksud hidup! Jadikan visi dan misi akhirat sebagai orientasi hidupmu!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s