Piring Pinjaman

Ruh manusia itu ibarat piring pinjaman. Pada saat di alam ruh, semua ruh mengakui bahwa Allah Swt. adalah Rabb-nya. Bila kita meminjam piring maka setelah digunakan ada tiga keadaan. Jika piring itu dicuci dahulu sebelum dikembalikan dan kembali bersih berkilau maka oleh si peminjam akan langsung diletakkan di rak piring. Keadaan kedua, jika piring pinjamanLanjutkan membaca “Piring Pinjaman”

Adab Membaca Al Qur’an

Badan, pakaian dan tempat, suci dari najis, dan ada wudhu. (Abu Dawud, Tirmidzi, Thabrani, Hakim). Bersiwak dahulu sebelum membaca Al Qur’an. (Baihaqi, Abu Nu’aim). Menghadap kiblat. (Ibnu Hajar). Al Qur’an diletakkan di tempat yang lebih tinggi. Jangan meletakkan Al Qur’an di bawah apapun. (Hakim). * Sebaiknya memakai meja atau bantal, baik ketika sedang dibaca atauLanjutkan membaca “Adab Membaca Al Qur’an”

Shalat Berjamaah dan Adab-adabnya

Suatu kampung yang berpenduduk sedikitnya tiga orang laki-laki, harus mengadakan shalat lima waktu berjamaah. Apabila tidak menunaikannya, berarti mereka sudah dikuasai oleh syetan. (Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Hibban). Shalat berjamaah minimal bersama dua orang. (Ibnu Majah). Sunnah menjaga Takbiratul ihram berjamaah. Barangsiapa dapat menjaga Takbiratul Ihram dalam shalat berjamaah selama empat puluh hari (setiap limaLanjutkan membaca “Shalat Berjamaah dan Adab-adabnya”

Akar Pohon

Kesempurnaan agama meliputi imaniah (pondasi iman), ibadah (praktek amal), mu’amalah (jual beli), mu’asyarah (hubungan bermasyarakat) dan akhlak. Imaniah sebagai pondasi dasar diumpamakan dengan akar pohon, ibadah diumpamakan batangnya, mu’amalah cabangnya (rantingnya), mu’asyarah ibarat daunnya, akhlak diumpamakan buahnya, dan ikhlas ibarat rasa manisnya buah. Barulah jika wujud seluruh komponen di atas maka kita akan mengatakan ituLanjutkan membaca “Akar Pohon”