Diposkan pada Islami

Hati Ibarat Tanah

Sebidang tanah jika dibiarkan/tidak diusahakan maka akan tumbuh pada tanah ini rumput liar, ilalang, tanaman-tanaman yang tidak diinginkan dan akan didatangi oleh binatang buas seperti ular, kalajengking, dll. Tetapi jika tanah ini diusahakan, dicangkul, ditanami benih, dipupuk, disiram tiap hari maka dari tanah ini akan tumbuh berbagai macam tanaman yang bermanfaat, buah-buahan yang manis dan segar, bunga-bunga yang indah dan harum baunya.. Lanjutkan membaca “Hati Ibarat Tanah”

Diposkan pada Islami

Doa dan Adab-Adabnya

  • Sesering mungkin berdoa kepada Allah. Lebih sering berdoa, akan lebih disukai oleh Allah swt.. (Alquran, Thabrani). * Orang-orang yang tidak suka berdoa, seolah-olah ia meyakini atas kemampuan diri sendiri tanpa bersandar kepada Allah. Orang seperti ini, adalah orang-orang yang sombong atas diri sendiri.
  • Hendaknya berdoa sambil mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka ke atas. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim). * Jangan berdoa dengan punggung tangan menghadap ke atas, kecuali pada shalat Istisqa dan minta dijauhkan dari bala. (Abu Dawud, Thabrani, Baihaqi, Ibnu Majah).
  • Dianjurkan berdoa dengan menghadap ke kiblat. (Tirmidzi, Thabrani).
  • Sunnah memulai doa dengan memuji Allah, lalu bershalawat ke atas Rasulullah saw.. (Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Baihaqi, Hakim).
  • Berdoa hanya untuk hal-hal yang dihalalkan oleh agama. Jangan berdoa untuk hal-hal yang dilarang atau diharamkan. (Muslim, Ahmad, Abu Dawud). Lanjutkan membaca “Doa dan Adab-Adabnya”
Diposkan pada Islami

Sholat Sunnah dan Adab-Adabnya

  • Dianjurkan berpindah tempat dari shalat fardhu. (Bukhari, Muslim).
  • Di antara setiap adzan dan iqamat, pada shalat lima waktu ada sunnahnya. Minimal dua rakaat shalat sunnah. (Bukhari, Muslim).
  • Setelah shalat wajib, sebaiknya jangan langsung shalat sunnah, disunnahkan agar diselingi dahulu dengan dzikir atau ke luar masjid. (Muslim).
  • Sebaik-baik tempat untuk shalat sunnah adalah di rumah, dan sebaik-baik tempat untuk shalat wajib adalah di masjid. (Bukhari, Muslim).
  • Dianjurkan meringankan/memendekkan bacaan surat dalam shalat sunnah Rawatib. (Bukhari, Muslim). * Mungkin jamaah sedang menunggu shalat segera dimulai. Memperpanjang bacaan, dikhawatirkan menyusahkan jama’ah yang lain.
  • Makruh melaksanakan shalat sunnah jika mendengar iqamat. (Muslim).
  • Ada shalat sunnah yang sunnah dilakukan dengan berjamaah, dan ada yang tidak disunnahkan dengan berjamaah. (Nasa’i).
  • Shalat sunnah boleh dikerjakan dengan duduk jika udzur. (Muslim, Ahmad). Boleh shalat sunnah tanpa ada niat tertentu (shalat Mutlak), asal jangan dilakukan pada waktu-waktu yang makruh untuk shalat. (Ibnu Majah).  Lanjutkan membaca “Sholat Sunnah dan Adab-Adabnya”