Diposkan pada Islami

Kaca Spion

Jika ingin melihat kemajuan dunia ini, maka pakailah teropong dan lihatlah ke depan. Orang-orang kafir Yahudi dan Nasrani telah sukses dalam perlombaan mencari dan mengumpulkan dunia. Tetapi jika ingin melihat kemajuan akhirat pakailah kaca spion dan pandanglah ke belakang. Maka akan terlihat para Nabi dan para sahabat radhiallahu ’anhum telah sukses meraih kebahagiaan akhirat yang abadi. Kaca spion hendaknya digunakan untuk pegangan dan standar hidup kaum muslimin dalam memandang kehidupan Nabi s.a.w. dan para sahabatnya. Lanjutkan membaca “Kaca Spion”

Diposkan pada Islami

Mudzakarah Tentang Anak

Sabda-sabda Rasulullah saw Mengenai Anak :

  • Bau tubuh anak-anak adalah sebagian dari angin surga.
  • Surga itu adalah sebuah kampung kesenangan, tidak masuk surga melainkan orang yang menyukai anak-anak.
  • Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT. Orang yang menangis oleh Allah SWT diharamkan akan api neraka ke atas tubuhnya.
  • Ciumlah anakmu karena pahala setiap ciuman itu dibalas dengan satu derajat di surga.  Lanjutkan membaca “Mudzakarah Tentang Anak”
Diposkan pada Islami

Buah Mangga Satu Keranjang dan Satu Biji

Keranjang Mangga
Keranjang Mangga

Shalat sendirian diibaratkan dengan kita membeli sebuah mangga. Maka ketika akan membeli, dengan sangat teliti kita akan memeriksa seluruh bagian dari buah mangga tadi takut kalau-kalau busuk dan masih mentah. Sedangkan shalat berjamaah seperti kita membeli buah mangga satu keranjang. Tidak mungkin kita memeriksanya satu per satu. Kalau pun ada salah satunya yang busuk maka akan tertutup oleh mangga yang lain yang bagus. Dan kita pun akan menganggap bahwa buah mangga di keranjang itu baik semua.  Lanjutkan membaca “Buah Mangga Satu Keranjang dan Satu Biji”

Diposkan pada Islami

Terpidana Mati dan Calon Pengantin

Begitu unik dan beragamnya tamsil untuk para da’i. Ibarat seorang yang diputus pengadilan untuk dihukum mati (terpidana mati). Maka ketika akan dieksekusi di suatu kota, ia dibawa naik pesawat terbang yang selama hidupnya belum pernah ia alami. Dikenakan jas setelan yang necis berikut dasi dan sepatu hitam mengkilap. Di dalam pesawat ia pun dijamu dengan pelayanan istimewa dan pelayan-pelayan wanita yang ramah dan cantik. Tapi semua fasilitas dan pelayanan itu tidak membuatnya gembira, karena ia tahu bahwa setelah sampai di kota tujuan ia akan segera dihukum mati. Ia sadar bahwa ia seorang terpidana mati. Apalah artinya kesenangan hidup yang sebentar kalau akhirnya ia harus dihukum mati. Lanjutkan membaca “Terpidana Mati dan Calon Pengantin”

Diposkan pada Islami

Tukang Parkir

Belajarlah dari tukang parkir. Setiap hari ia “bergaul” dengan berbagai macam mobil mewah. Tidak jarang untuk pengaturan letak kendaraan ia naik mobil dan memarkirkan mobil-mobil bagus dan mewah itu di pelataran parkir. Entah sudah berapa ribu mobil mewah yang ia lihat, kadang ia naiki dan diparkirkan olehnya. Setiap hari keluar masuk mobil-mobil baru. Pemandangan seperti ini tidak membuat tukang parkir terkesan. Melihat mobil yang biasa-biasa hatinya pun biasa. Melihat mobil dan menaiki mobil mewah hatinya pun tidak kemudian terkesan. Setiap hari ada mobil yang datang menemuinya dan pergi meninggalkannya. Hatinya tetap tidak terkesan dengan kedatangan dan kepergian mobil-mobil itu. Tukang parkir menyadari sesadar-sadarnya bahwa semua mobil yang tiap hari ditemuinya itu bukan miliknya tetapi milik orang lain. Lanjutkan membaca “Tukang Parkir”