Posted in Islami

Dunia Yang Menipu


Perumpamaan maksud hidup, ibarat seorang anak yang diperintahkan oleh orang tuanya untuk ke pasar membeli beras.
Sampai di pasar anak ini telah terkesan dengan mainan yang dijual di sana, dia pun mengarahkan kakinya ke penjual mainan dan dibelinya mainan itu dengan uang yang diberi ayahnya untuk membeli beras.
Lama ia memilih mainan itu, dan tak sadar pasar pun hendak tutup semua. Pulang di hadapan ayahnya dia ditanya: mana berasnya?
Alangkah murka ayahnya ketika beliau tahu anak tadi membawa mainan dan telah habiskan waktunya di pasar. Padahal keluarganya membutuhkan beras.
Jadi saudaraku semuanya, Allah hantar kita dengan potensi dan diri untuk sempurnakan agama sehingga kita kembali dalam keridhoanNya.
Namun banyak manusia terkesan dengan keadaan dunia sehingga habiskan waktunya, hartanya untuk dapatkan keduniaannya sehingga telah tukar agama dengan dunia.
Padahal nilai dunia ini tak diperlukan ketika seseorang masuk alam akherat. Bahkan tak ada pertanyaannya sedikit pun tentang berapa gaji kamu, jabatan kamu apa, istri kamu cantikkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s