Diposkan pada Islami

Maksud Hidup dan Keperluan Hidup Umat Akhir Zaman

Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaannya. Yang mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia. Lanjutkan membaca “Maksud Hidup dan Keperluan Hidup Umat Akhir Zaman”

Diposkan pada Islami

Pesan Sunan Kalijogo & Walisongo

1. Yen kali ilang kedunge : jika sungai sudah mulai kering… jika sumber air sudah mulai kering.. maksudnya jika para alim ulama sumber ilmu sudah mulai wafat satu persatu…maka ini alamat bahwa dunia mau di-Qiamatkan Allah SWT. Ulama ditamsilkan seperti air yang menghidupkan hati2 manusia yang gelap tanpa cahaya hidayah..

2. Yen pasar ilang kumandange : Jika pasar sudah mulai diam.. maksudnya jika perdagangan sudah tidak dengan tawar-menawar karena banyaknya mall dan pasar swalayan yang berdiri. kata orang2 tua kita dahulunya semua pasar memakai sistem tawar menawar sehingga suaranya begitu keras terdengar dari kejauhan seperti suara lebah yang mendengung.. ini kalo aku boleh beri istilah adalah adanya kehangatan dalam social relationship dalam masyarakat.. tapi sekarang sudah hilang…biarpun kita sering ke plasa atau ke supermarket ratusan kali kita tidak kenal para pelayan dan cashier di tempat itu..

3. Yen wong wadon ilang wirange : Jika wanita sudah tidak punya rasa malu……

4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi : Bermujahadah, susah payah berkelana dalam perjalanan ruhani guna memperbaiki diri atau perjalanan fisabilillah menjelajahi desa-desa/ negara-negara, menghitung pintu (bersilaturahim) jangan pulang2 sebelum selesai program 4 (empat) bulan, cari petunjuk, hidayah dan kepahaman agama dari Dzat yang Maha Kuasa.. Lanjutkan membaca “Pesan Sunan Kalijogo & Walisongo”

Diposkan pada Islami

Atlet Angkat Besi

Seorang atlet angkat besi yang beragama Islam, ia mengetahui betul ilmu serta teknik mengangkat beban (barbel). Teknik-teknik itu sudah sangat ia kuasai. Beban (barbel) seberat 0,5 ton misalnya akan dengan sangat mudah ia angkat. Tubuhnya yang sudah terlatih dan disuplai oleh asupan gizi yang baik telah ia rawat dengan kadar latihan yang terjadwal. Maka seluk beluk cara mengangkat beban berat sudah ada di luar kepala dia. Ilmu mengangkat beban sudah ada dalam otaknya. Namun ketika si atlet ini mencoba mengangkat selimut yang mungkin beratnya hanya 3 kg pada saat shubuh dirasakannya sulit. Kemampuan dan ilmu yang ia kuasai untuk mengangkat beban berat ternyata tidak mampu mengangkat selimut seberat 3 kg pada saat mencoba bangun untuk melaksanakan shalat shubuh. Lanjutkan membaca “Atlet Angkat Besi”