Posted in Islami

Agama Tidak Akan Kuat Dengan Harta


Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang mengganggap agama bisa kuat dengan harta adalah musuh-musuh Allah” ibarat menarik pesawat terbang dengan keledai, bukan dengan mesin. Para sahabat Nabi SAW adalah orang-orang yang miskin harta, tetapi mereka memiliki amalan agama yang sempurna.

Ketika harta hasil ghanimah datang berlimpah pada zaman khalifah Umar r.a. ia berkata “Seandainya benda-benda ini mendatangkan manfaat ( kebaikan ), sudah tentu datangnya pada zaman Rasulullah SAW masih hidup” bahkan Umar r.a. bersedih melihat keadaan ini, sehingga sahabat yang lain bertanya, “Wahai Amirul Mu’minin, mengapa engkau menangis?” Umar r.a menjawab, “Apabila kebendaan datang pada suatu kaum, maka akan muncul banyak fitnah pada kaum itu dan tidak akan selamat dari fitnah itu”

Orang yang punya keyakinan untuk memperbaiki kehidupan dengan mengumpulkan harta benda adalah yang punya keyakinan rusak. Orang yg beriman justru mengorbankan harta benda untuk mendapatkan iman. Orang yang beriman yakin bahwa kesuksesan hanya dengan menyempurnakan perintah Allah SWT Bukan menyempurnakan usaha pertaniaan, perdagangan, dan sebagainya. Di dunia ini yang dibutuhkan hanya orang beriman, bukan orang yang disebut pakar ini dan pakar itu. Permasalahan umat makin kompleks dan bertambah banyak, sebanding dengan banyaknya pakar hari ini yang lahir.

Saat ini walaupun undang-undang diganti dengan hukum yang paling baik sekali pun, tetapi apabila yang melaksanakan hukum tersebut tidak beriman maka kehidupan akan rusak. Kerusakan terjadi bukan karena tidak adanya kebendaan, teknologi, atau harta. Dibandingkan zaman sahabat r.a. seratus kali lipat perbedaannya. Kerusakan terjadi karena iman lemah dan amal agama berkurang.

Untuk tersebarnya hidayah tidak memerlukan harta, jabatan, dan fasilitas lainnya. Ada orang yang memahami agama untuk kepentingan dunia, lalu ia mengira untuk mengamalkan agama harus menjadi orang kaya, sehingga siang malam sibuk mengumpulkan harta. Mereka berdalil dengan hadist “Tangan yg diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah” padahal maksud “tangan yang diatas” sebenarnya adalah memberi (menyebarkan) iman kepada manusia agar mereka tidak berharap dan tidak meminta kepada makhluk, tetapi meminta dan berharaplah hanya kepada Allah SWT. Banyak orang kaya tapi tangannya ingin dibawah, sebab iman lemah, sebaliknya walaupun orang miskin tapi beriman maka tangannya selalu diatas ingin memberi. Seorang budak bekerja dikebun tuannya berbekal dengan sepotong roti, ketika ada anjing yang kelaparan maka rotinya diberikan kepada anjing itu walaupun ia sendiri membutuhkannya.

Sabda Rasulullah SAW “Awal kebaikan (ter-islah) ummat ini karena yakin yang shahih dan zuhud (tidak tamak kepada dunia) dan awal kehancuran ummat ini adalah karena bakhil dan panjang angan-angan.” (HR. Baihaki – Syua’bul Iman)

Rasulullah SAW berwasiat kepada para sahabat, “Wahai sahabatku, apabila saat ini kalian mengurangi waktu kalian untuk agama Allah sepersepuluh saja, niscaya nushratullah (pertolongan Allah) tidak akan turun, kalian harus mengamalkan agama secara keseluruhan, Tetapi ummatku pada akhir zaman nanti, jika mereka rela meluangkan waktunya sepersepuluh saja untuk agama Allah, maka nushratullah akan segera turun.” (HR. at Tirmizdi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s