Diposkan pada Islami

Perumpamaan Agama

Agama itu seperti pohon. Pohon itu bukan tumbuh karena perintah dan larangan. Pohon tumbuh karena diletakan pada tempat yang baik, lingkungan yang baik, pemupukan, dan pengairan. Begitu juga agama jika diletakan pada tempat yang benar dan pada lingkungan baik, maka dia akan tumbuh dengan baik. Dakwah dengan tertib yang benar ini adalah tempatnya, lalu buat suasana amal. Kerja Dakwah ini mensuasanai lingkungan bukan merubah lingkungan. Cara mensuasanai lingkungan ini adalah dengan menghidupkan sunnah dan amal ibadah. Pengairannya adalah dengan menghidupkan taklim, agar hati manusia ini ada gairah untuk beribadah. Pemupukannya adalah dengan silaturahmi, bina hubungan, dan akhlaq yang baik. Baru dengan ini agama akan wujud, dan orang akan datang. Jadi agama bukannya tumbuh dengan perintah dan larangan tetapi karena suasana amal dan akhlaq yang baik. Lanjutkan membaca “Perumpamaan Agama”

Iklan
Diposkan pada Islami

Calo Terminal

Janganlah seorang da’i bersikap seperti calo terminal. Ia mengajak orang-orang (penumpang) untuk menaiki mobil angkutan umum kemudian setelah mobil angkutan umum itu penuh dan mulai melaju meninggalkan terminal, si calo tadi tidak ikut di dalamnya. Ia mengajak orang lain pergi ke tempat “X” sementara dirinya sendiri masih tetap di tempat tidak beranjak ke mana-mana. Lanjutkan membaca “Calo Terminal”

Diposkan pada Islami

Gaji Presiden

Harga seorang manusia adalah pada fikirnya. Berbeda dengan binatang, sepuluh ekor kerbau atau sapi, tetapi ada yang gemuk atau yang kurus maka harganya pun berbeda. Karena harga sapi pada dagingnya, tentu sapi yang paling gemuk harganya lebih mahal. Begitu pun harga seekor burung perkutut misalnya adalah pada keindahan suaranya, harga seekor kuda adalah pada kecepatan berlarinya, dan lain-lain. Tetapi harga seorang manusia adalah terletak pada akal fikirannya.  Lanjutkan membaca “Gaji Presiden”