Posted in Islami

Gaji Presiden


Harga seorang manusia adalah pada fikirnya. Berbeda dengan binatang, sepuluh ekor kerbau atau sapi, tetapi ada yang gemuk atau yang kurus maka harganya pun berbeda. Karena harga sapi pada dagingnya, tentu sapi yang paling gemuk harganya lebih mahal. Begitu pun harga seekor burung perkutut misalnya adalah pada keindahan suaranya, harga seekor kuda adalah pada kecepatan berlarinya, dan lain-lain. Tetapi harga seorang manusia adalah terletak pada akal fikirannya. 

Ditamsilkan dengan seorang Kepala Desa. Dia memikirkan kemajuan dan kesejahteraan desanya. Ia pun mendapat gaji, tetapi gajinya itu tidak lebih tinggi dan seorang camat yang fikirnya lebih tinggi yaitu memikirkan kemajuan dan kesejahteraan manusia satu kecamatan. Tapi gaji seorang Camat jauh di bawah seorang Bupati karena fikirannya lebih tinggi dibanding camat yang hanya memikirkan masyarakat satu kecamatan, sementara Bupati memikirkan kemajuan dan kesejahteraan manusia satu kabupaten. Gaji seorang bupati lebih kecil dari gaji seorang Gubernur. Gubernur memeras otaknya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya satu provinsi, jadi sangat wajar bila gajinya pun lebih tinggi dari bupati. Tetapi kepala desa, camat, bupati, dan gubernur gajinya jauh di bawah seorang Presiden. Karena lingkup wilayah dan fikirannya untuk kemajuan dan kesejahteraan ratusan juta rakyatnya di satu negara maka tidak heran bila gaji Seorang Presiden paling tinggi.

Tetapi gaji presiden masih kalah dengan seorang Da’i akhir zaman. Ia memikirkan keselamatan seluruh manusia di seluruh alam agar mengalami kesuksesan hidup, kejayaan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat. Sementara yang menggajinya adalah Allah Subhaanahu wata’ala yang menghidupkan manusia: Presiden, Gubernur, dll.. Sudah tentu gaji dari Allah tidak bisa dibayangkan dan dibandingkan dengan harta benda dunia yang sementara, semu, dan sedikit ini. Maka meletakan fikir sebagaimana fikir Rasulullah Shallalaahu ‘alaihi wasallam, yang diutus untuk ummat seluruh ‘alam adalah sebuah keniscayaan. Dengan fikir yang paling tinggi yaitu “seluruh alam” tetapi kerja maqami dan intiqali yang maksimal, meningkat, istikhlas, dan istiqamah maka insya Allah seorang da’i akan dipilih, digunakan, dan dijadikan penyebab turunnya hidayah di seluruh permukaan bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s