Posted in Islami

Calo Terminal


Janganlah seorang da’i bersikap seperti calo terminal. Ia mengajak orang-orang (penumpang) untuk menaiki mobil angkutan umum kemudian setelah mobil angkutan umum itu penuh dan mulai melaju meninggalkan terminal, si calo tadi tidak ikut di dalamnya. Ia mengajak orang lain pergi ke tempat “X” sementara dirinya sendiri masih tetap di tempat tidak beranjak ke mana-mana.

Seharusnya ajakan seorang da’i disertai dengan contoh dan praktek amal yang kongkrit (nyata). Sehingga tidak terjadi kelucuan (kontradiksi) misalnya membicarakan bagaimana nasib orang-orang miskin tapi dilaksanakan di hotel mewah berbintang. Membicarakan nasib ummat Islam dan pelaksanaan kembali sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, tapi dilaksanakan di mall-mall. Hal ini bukan sesuatu yang salah tetapi terasa kurang pas.

One thought on “Calo Terminal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s