Posted in Islami

Perumpamaan Agama


Agama itu seperti pohon. Pohon itu bukan tumbuh karena perintah dan larangan. Pohon tumbuh karena diletakan pada tempat yang baik, lingkungan yang baik, pemupukan, dan pengairan. Begitu juga agama jika diletakan pada tempat yang benar dan pada lingkungan baik, maka dia akan tumbuh dengan baik. Dakwah dengan tertib yang benar ini adalah tempatnya, lalu buat suasana amal. Kerja Dakwah ini mensuasanai lingkungan bukan merubah lingkungan. Cara mensuasanai lingkungan ini adalah dengan menghidupkan sunnah dan amal ibadah. Pengairannya adalah dengan menghidupkan taklim, agar hati manusia ini ada gairah untuk beribadah. Pemupukannya adalah dengan silaturahmi, bina hubungan, dan akhlaq yang baik. Baru dengan ini agama akan wujud, dan orang akan datang. Jadi agama bukannya tumbuh dengan perintah dan larangan tetapi karena suasana amal dan akhlaq yang baik.

Agama itu tidak bisa dipaksakan. Semua orang kalo diperintah dan dilarang-larang, maka kecenderungan mereka akan menolak, menentang, berontak, bahkan mendebat. Kita harus satu bahasa dulu dengan mereka, cari persamaan, jangan memaksa. Hanya ada satu bahasa yang bisa buat semua orang ngerti dan sefaham, yaitu kebaikan. Semua orang kalo disuruh-suruh gak bisa satu bahasa, tetapi kalo dikasih hadiah, kue, baju, minyak wangi, semuanya bakal ngerti. Di hati orang itu akan berkata, “..Oh rupanya orang ini mau berbuat baik kepada saya”. Ketika ini, baru agama dapat masuk setelah ada kesan kebaikan kita pada diri mereka

Agama ini harus kita dulu yang bawa. Jika kita sudah merasa senang dengan agama dan tidak merasa terbebani, nanti orang lain akan ikut dan nanya-nanya. Seperti orang yang sedang makan es krim. Kalo yang makan sudah senang maka yang lain akan minta dan nanya-nanya. Tetapi jika yang makan tidak suka, bagaimana yang lain mau datang untuk minta atau nanya-nanya. Begitu juga agama, jika kita yang membawa agama sudah tidak suka, bagaimana yang lain bisa suka. Jangan kita buat standard yang sulit untuk diikuti oleh orang lain tetapi kita harus bisa menunjukkan kepada mereka bahwa agama itu mudah diamalkan dan diikuti. Lalu seiring waktu kita buat suasana agar mereka mau untuk meningkatkan pengorbanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s