Posted in Islami

Raja dan Hutan Kematian


Ada cara yang unik dalam pelaksanaan suksesi (pergantian kepemimpinan) raja di sebuah kerajaan. Raja yang digantikan akan menyerahkan jabatannya untuk periode 5 tahun. Setelah 5 tahun maka raja yang baru itu akan dilemparkan ke dalam hutan kematian yang banyak harimau dan binatang buas lainnya. Aturan ini membuat peserta atau calon raja yang mendaftar hanyalah 3 orang.

Tampilah pemuda yang pertama menjadi raja. Waktu 5 tahun telah ia manfaatkan untuk bersenang-senang dan menikmati fasilitas sebagi raja. Isteri-isterinya dipilih yang cantik-cantik, makanan mewah dan lezat-lezat dan intan permata pun bertaburan di mana-mana. Tanpa terasa waktu 5 tahun telah habis bagi sang raja. Utusan Raja yang pertama berserta algojonya datang menemui Raja. Tanpa bisa berbuat apa-apa, raja itu kemudian dibawa ke hutan kematian dan dilemparkan ke dalamnya, akhirnya mati menjadi santapan harimau-harimau.

Kemudian tampilah pemuda yang kedua sebagai raja. Ia pun seperti raja sebelumnya, menggunakan masa waktu 5 tahun untuk berfoya-foya dan bahkan dipakai untuk menindas dan memeras rakyat. Raja yang ini jauh lebih zhalim dan boros dalam menghabiskan harta kerajaan. Dan waktu 5 tahun pun telah tiba. Ketika datang utusan raja yang pertama beserta algojonya, ia menolak untuk dilemparkan ke dalam hutan kematian. Ia menyogok utusan raja dengan setengah harta kerajaan yang dimilikinya. Tetapi utusan itu tidak bergeming dengan tawaran raja. Raja itu pun diseret tubuhnya dan dilemparkan ke dalam hutan kematian. Akhir hidupnya menjadi santapan harimau lapar hutan kematian.

Kemudian tampilah pemuda ketiga menjadi raja. Raja yang ini memiliki cara pandang yang lain dengan raja-raja sebelumnya. Pada tahun pertama masa jabatannya sebagai raja, ia perintahkan para penebang kayu dan pawang-pawang binatang untuk membabat hutan kematian dan mengusir binatang-binatang buas yang ada di dalamnya. Tahun kedua dan ketiga, raja mengirim ahli bangunan, tukang-tukang kayu dan arsitektur-arsitektur ulung untuk mendesain dan membangun istana yang lebih megah dan indah dari istana yang sedang ditempatinya. Tahun keempat, raja itu memerintahkan pemindahan harta benda dan kerajaan yang ia tinggali ke kerajaannya yang baru di bekas Hutan Kematian. Dan tahun kelima, ia memindahkan permaisuri, pelayan dan seluruh pembantu-pembantunya ke Istana barunya itu. Maka ketika masa 5 tahun telah dilewatinya, datanglah utusan raja pertama dengan algojonya. Maka melihat kedatangan mereka si Raja terlihat sangat senang dan buru-buru mengatakan bahwa algojo itu tidak perlu menyeretnya karena ia sendiri yang akan pergi ke hutan kematian yang sekarang telah berubah menjadi Kerajaan Hidayah Seluruh Alam.

Belajarlah dari tamsil di atas. Hutan kematian adalah alam kubur. Kerajaan Hidayah Seluruh Alam adalah amal-amal shalih sewaktu di dunia. Algojo-algojo raja adalah malaikat maut, dan pemuda ketiga tadi (raja yang keempat) adalah da’i akhir zaman (karkun kuat yang istiqamah).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s