Posted in Islami

Menunggu Kereta Datang


Kenikmatan dunia ini adalah kenikmatan sesaat yang memperdayakan. Ibaratnya, jika seseorang akan pergi ke suatu kota dengan menggunakan kereta api. Setelah tiba di stasiun, ia pun harus menunggu kereta tiba beberapa lama.

Maka ia pun menunggulah di ruang tunggu. Ruangan ini tidak nyaman menurut pendapatnya, kelihatan kotor dan tidak artistik. Lalu karena ingin memuaskan hatinya, maka ruang tunggu itu diperbaikinya, dibersihkan, dicat kembali, lalu diletakkan beberapa meubeulair yang cantik. Pendek kata, akhirnya ia pun bisa beristirahat dengan nyaman untuk menunggu kereta api datang.

Tiba saatnya kereta api datang, lalu ia pun pergi ke kota tujuan. Ruang tunggu yang dengan susah payah direnovasinya itu pun ditinggalkan begitu saja.

Itulah dunia, manusia menghiasi dunia ini dengan kecantikan dan keindahan yang diusahakannya dengan susah payah dengan mengorbankan harta, tenaga dan waktu. Namun ketika ajal tiba, semuanya harus ditinggalkan begitu saja. Ia pun akan pulang ke tempat abadinya, di akherat. Karena dunia ini adalah tempat tinggal sementara.

Semua kenikmatan dunia itu ibarat tanaman yang hijau dan subur yang berlangsung sementara. Tidak lama kemudian tanaman itu menjadi kuning dan kering, kemudian hancur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s