Posted in Islami

Jalur Fatwa dan Jalur Taqwa


Permisalan jalur fatwa ibarat kita berjalan di pinggir jalan. Jika kita tidak hati-hati maka akan terjerembab ke dalam jurang yang menganga di sisi kanan-kiri kita. Sedangkan “jalur taqwa” ibarat kita berjalan di tengah jalan, lebih aman tanpa takut akan terjerembab masuk ke dalam jurang. Kalau pun suatu saat kita harus agak ke pinggir jalan maka akan ada keinginan untuk kembali ke jalur tengah. Tapi bila kita berada di pinggir jalan maka kalau sudah terjerembab masuk ke dalam jurang kita akan sangat sulit untuk kembali bisa berada di jalanan tadi.

Dalam mengamalkan agama pun demikian. Agama Islam tidaklah kaku dan tanpa pilihan. Untuk beberapa masalah tertentu kita dipersilakan memilih berbagai pilihan amalan pelaksanaan sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam yang tentunya dengan konsekuensi pahala dan tantangan masing-masing. Jalur taqwa diyakini adalah jalurnya para Sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, Tabi’in dan Tabiut’ Tabi’in. Sedangkan Jalur Fatwa? Silakan renungkan dengan mata hati! Hanya yang pasti kedua jalur itu tetap mempunyai tuntunan yang sama yaitu menuju Jannah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s