Posted in Islami

Tiga Sahabat Setia Manusia


Alkisah ada seorang ayah yang mempunyai tiga orang anak. Anak pertama bernama Harben, ia sangat disayang dan dimanja, apa saja keperluannya akan dipenuhinya walaupun ia harus bekerja banting tulang untuk memenuhi keinginan anak pertamanya itu. Anak kedua bernama Anis, ia disayang juga, tapi tidak seperti anak pertama, kadang-kadang diperhatikan, kadang-kadang terlupakan. Sedangkan anak yang ketiga bernama Amshol, ia jarang sekali diperhatikan bahkan lebih sering dilupakan.

Suatu ketika, sang ayah mendapat musibah, ditimpa persoalan yang pelik. Ia dituntut di pengadilan dan akan diancam dengan hukuman pidana yang sangat berat. Maka dalam keadaan bingung dan tertekan, sang ayah berkata kepada Harben anak pertamanya, “Wahai anakku, tolong bantu ayahmu, ayah dalam kesulitan di pengadilan.”

Harben menjawab, “Saya tidak bisa menolong ayah karena saya bukan ahli hukum, saya tidak pernah belajar hukum. Maaf ayah, cobalah ayah minta tolong kepada Anis”. Maka sang ayah pun meminta tolong kepada Anis, anak keduanya. Anis menjawab, “Boleh ayah, di mana pengadilannya?”

Maka Anis pun langsung menuju ke kantor pengadilan. Setelah membuka pintu ruang pengadilan, dilihatnya sang hakim, jaksa penuntut umum dan pembela memakai jubah hitam dan berdasi merah, demikian menyeramkannya. Seketika ia menutup kembali pintu ruang pengadilan itu dan langsung kembali ke rumah, kemudian berkata kepada ayahnya, “Aku takut, minta tolong saja kepada Amshol.”

Sang ayah pun minta tolong kepada Amshol, anaknya yang ketiga. Maka Amshol berkata, “Baiklah ayah, memang tugas dan kewajiban saya untuk menolong ayah, tetapi sesuai dengan modal dan bekal yang pernah ayah berikan kepada saya dulu.”

Siapakah anak pertama yang bernama Harben itu? Harben adalah harta benda yang ia usahakan siang dan malam, setelah meninggal dunia tidak hisa dibawa dan tidak bisa menolong apa-apa.

Siapakah Anis, anak keduanya itu? Anis adalah ahli waris, anak dan isterinya. Setelah sang ayah meninggal dunia, keluarga dan ahli warisnya hanya dapat mengantarkan jasadnya sampai ke pintu kubur, walaupun dahulu ia berkata sehidup semati, tetapi setelah meninggal dunia, tidak ada yang dapat mengikuti.

Siapakah Amshol, anak ketiganya? Amshol adalah iman dan amal yang diusahakan selama hidup di dunia sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat. Anak inilah yang akan ikut menolongnya di alam kubur, di alam barzakh, di alam shirat, alam mizan, alam mahsyar dan menghantarkannya sampai ke dalam Surganya Allah Subhaanahu wata’alaa Barakallah hularia walakum, wanafa ani wa iyakum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s