Diposkan pada Islami

Ketika Usaha Dakwah Terhenti

Ketika Khadijah radiyallahu ‘anha menemui suaminya Baginda Muhammad shalallaahu ‘alaihi wasallam, ia (Khadijah radiyallahu ‘anha) baru saja pulang dari rumah Waraqah. Ia menanyakan tentang tanda-tanda kenabian yang ada pada suaminya. Pada saat itulah Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam menerima wahyu ke-dua awal surah Al-Mudatsir. Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata kepada istrinya “Tidak ada waktu lagi untuk istirahat… Jibril ‘alaihissalam telah menyampaikan perintah Allah Subhaanahu wata’ala kepadaku agar aku menjumpai setiap orang untuk mengajaknya kepada Islam. Wahai istriku siapakah orang yang akan mengikutiku?”. “Aku ya Rasulullah, aku mengimani bahwa Allah Subhaanahu wata’ala tiada Tuhan selain Dia dan engkau adalah Rasulullah”, jawab Khadijah radiyallahu ‘anha. Lanjutkan membaca “Ketika Usaha Dakwah Terhenti”

Diposkan pada Islami

Kipas Angin

Saat kipas angin berputar, hawa yang tadinya panas berubah seketika menjadi sejuk. Sudah menjadi ketetapan Allah Subhaanahu wata’ala dalam menciptakan makhluk-Nya dalam keadaan berpasang-pasangan. Seperti adanya malaikat dan syetan. Dua kekuatan ini tidak akan pernah berkumpul menjadi satu. Satu sama lain saling mempengaruhi manusia. Jika malaikat datang maka syetan akan menyingkir. Dan bila syetan yang datang maka malaikat yang akan menyingkir. Seperti kipas angin tadi, bila udara dingin yang datang maka udara panas akan menghilang. Pun sebaliknya jika tidak ada hawa dingin maka hawa panas yang akan datang. Malaikat menyenangi tempat-tempat yang bersih, harum dan majelis dzikrullah serta akan menularkan kepada manusia sifat-siafnya yang baik, yaitu taat dan patuh. Makanya apabila kita berada di masjid terasa ada kesejukan dan kedamaian yang mendorong kita untuk beramal shaleh.

Oleh karena itu untuk mengundang malaikat kita hidupkan majelis-majelis yang disukainya, menghidupkan suasana di mana pun seperti suasana di masjid sehingga di mana dan kemana pun kita berada malaikat akan senantiasa menemani kita dan menularkan sifat ketaatan dan kepatuhan pada kita. Sementara syetan menyukai tempat-tempat yang kotor seperti WC, tempat yang tidak ada dzikrullah, tempat yang memamerkan aurat. Sifat syetan adalah membangkang dan hal ini akan ditularkan kepada manusia yang berada di dekatnya.

Maka jangan salahkan siapa-siapa jika hari ini anak-anak kita di rumah membangkang kepada orang tuanya. Salah satu penyebabnya adalah mungkin tanpa kita sadari kita telah mengundang syetan untuk datang ke rumah kita. Syetan hadir di rumah kita melalui tayangan-tayangan TV yang mempertontonkan aurat dan adegan pornografi dan pornoaksi, surat-surat kabar dan majalah yang secara vulgar menampilkan dan menjajakan gambar-gambar dan berita-berita yang mengumbar aurat. Dan yang pasti kita tidak berusaha melawan kedatangan syetan dengan mengundang malaikat datang ke rumah kita. Mungkin di dalam rumah kita tidak ada ta’lim agama, majelis dzikrullah, tilawah Al-Qurán dan pembicaraan Da’wah yang sangat disukai oleh malaikat sehingga dengan leluasa syetan masuk ke dalam rumah kita. Insya Allah, apabila hidup amalan agama di rumah kita, anak-anak yang akan keluar dan rumah kita adalah anak-anak yang hafidz-hafidzah, ‘alim-alimah dan da’i-da’iyah dan bukannya artis-artis penyebar virus maksiat dan yang mempertontonkan auratnya atau pembangkang-pembangkang dan penentang agama.

Diposkan pada Islami

Bagaimana Jika Dakwah Ditinggalkan

1. Diharamkan keberkahan wahyu (tidak bisa memahami Al-Qur’an dan Hadits)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apabila ummatku mengagungkan dunia maka akan dicabut darinya kehebatan islam, apabila mereka meninggalkan ‘amr bil ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi ‘anil munkar (mencegah kemungkaran) maka diharamkan atasnya keberkahan wahyu dan apabila mereka saling caci-mencaci maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah Subhaanahu wata’ala (HR Hakim dan Tirmidzi – Dari kitab Durrul Mantsur)

2. Diadzab sebagaimana diadzabnya Bani Israil

Dari Urs bin ‘amirah radiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab masyarakat banyak disebabkan kejahatan segelintir orang, sehingga segelintir orang itu melakukan suatu kejahatan yang sebenarnya mampu dicegah oleh masyarakat banyak, tetapi mereka tidak berusaha mencegahnya. Ketika terjadi demikian, maka Allah akan membinasakan semuanya, masyarakat banyak dan segelintir orang tersebut” (HR Imam thabrani dan sanad-sanagnya tisqat/terpercaya – majmauz zawaa’id VII/528)
Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. [5:78]

3. Doa tidak dikabulkan

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: ”Demi dzat yang nyawaku dalam kekuasaanNya! kalian harus menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran! atau (jika tidak), Allah akan mengirimkan pada kalian adzab dari-Nya, kemudian kalian berdoa (meminta tolong kepada-Nya), tetapi Dia tidak menerima doa kalian” (HR Tirmidzi, katanya hadits ini hasan. Bab tentang amr ma’ruf nahi munkar, hadits nomor 2169)

4. Dibangkitkan pemimpin yang dhalim

Hadzrat Abu Darda radiyallahu ‘anhu salah seorang shahabat yang masyhur berkata: “Tetaplah kamu menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kalau tidak Allah Subhaanahu wata’ala akan membangkitkan pemimpin (raja) yang dhalim yang memerintah kamu. Dia (raja dhalim) tidak akan menghormati orang tua kamu dan tidak akan menaruh belas kasihan kepada yang muda-muda di kalangan kamu. Pada masa itu, do’a orang-orang shalih tidak akan diterima, Kamu inginkan bantuan tapi bantuan tidak akan diberikan, kamu mohon keampunan kepada Allah Subhaanahu wata’ala, tetapi kamu tidak akan diampuni”.