Diposkan pada Islami

10 Kriteria Da’i

1. Bicaranya Dakwah
2. Diamnya Dzikir
3. Pandangan terjaga
4. Pikirannya Kebaikan
5. Kesibukannya Memperbaiki Diri
6. Langkah Kakinya Jihad
7. Ayunan tangannya Sodaqoh
8. Senjatanya Silaturrahim
9. Pendengerannya terjaga
10. Kerinduannya Ke Ridhoan Allah SWT

Iklan
Diposkan pada Islami

Targhib Diri

Agama adalah perkara yang mesti diulang-ulang dan diusahakan, sebagaimana uang akan datang apabila diusahakan. Begitu juga iman akan datang apabila diusahakan. Di antara 18 ribu jenis makhluk Allah, insanlah ciptaanNya yang terbaik! Malaikat Jibril a.s besar! Kakinya di bumi ke 7, kepalanya di langit ke 7, ia mempunyai 600 pasang sayap yang mana 1 pasang sayapnya meliputi masyriq & maghrib. Malaikat2 lain juga besar2 & bilangannya puluhan kali banyak dari insan! Malaikat semuanya sujud, taat & takut pada Allah sejak azali! Itu pun Allah tak kata sebagai ciptaanNya yang terbaik! Jinn pun puluhan kali banyaknya & hebat2, tetapi bukan juga yang terbaik! Makhluk2 di langit -matahari, bulan dll-, makhluk2 dibumi -air, pohon2, dll-, semua ini juga hebat2 tapi Allah telah tundukkan semua mereka untuk berkhidmat pada kita, insan! Lanjutkan membaca “Targhib Diri”

Diposkan pada Islami

Tamsil Sifat Hasad Dalam Amal

Diibaratkan seperti orang buta yang sedang mengisar tepung namun dia terus mengisar sementara tepung berserakan dan dia tak tahu sedangkan seekor anjing mengisapinya dari jatuhan tepung tadi hingga bersih.

Selesai mengisar maka datang anaknya bertanya: apakah ayah teklah mengisar tepung?
Ayahnya katakan: Ya.
Anaknya bertanya: dimana Tepungnya?
Ayahnya katalan: itu di tempat kisaran.
Anaknya katakan: mana tak ada?

Ayahnya tak tahu bahwa hasil usahanya mengisar tepung telah berserakan dan dihisab oleh anjing.
Tuan tuan!!! Begitulah amalan yang ada sifat hasad, dengki, ghibah, orang tak terasa oleh yang beramal telah hancurkan amalannya.

~ Bayan Sripetaling

Diposkan pada Islami

Sahabat Menuntut Ilmu

Seorang sahabat datang untuk belajar agama dengan menunggang unta datang ke madinah, kemudian terjatuh dan lehernya patah yang menyebabkan kematiannya.
Sahabat datang beritahu Nabi SAW bahwa telah berlaku begini dan begitu, si fulan mat jatuh dari untanya.
Nabipun datang dan tengok mayat dia, dan bersabda : “Dia datang belajar agama dalam keadaan lapar”
Sahabat lain bertanya : darimana tuan tahu?
Nabi bersabda : saya tahu bila ruhnya keluar, bidadari datang berebut beri makan pada dia”