Posted in Islami

Kelapa dan Tebu


Buah kelapa jika diparut kemudian diperas maka akan menghasilkan santan yang banyak kegunaannya untuk bumbu masakan. Tidak mungkin akan mendapatkan santan tanpa melalui usaha pemerasan. Begitu juga dengan tebu, setelah diperas baru bisa diambil airnya untuk bahan pembuat gula pasir, atau bumbu penyedap vetsin. Mustahil tebu menjadi gula pasir atau vetsin kalau tanpa proses pemerasan.

Manusia pun untuk mendapat saripati ilmu dan termaksimalkan potensi yang dimilikinya harus diperas dalam medan tarbiyah dan da’wah. Pengorbanan yang dilakukan akan memunculkan potensi ruh yang baik dan membentuk sifat-sifat dalam dirinya yang mulia.

Pemerasan kelapa dan tebu berarti tempaan fisik dan psikologis bagi seorang da’i. Segudang rintangan, cacian dan hinaan pada akhirnya kalau disikapi oleh seorang da’i dengan kesabaran dan istiqamah akan membentuk karakter da’i yang tangguh dan teruji. Jadilah menjadi seperti perasan kelapa dan tebu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s