Diposkan pada Islami

Keajaiban Puasa Senin-Kamis

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Senin dan kamis merupakan dua nama hari dalam kalender Hijriyah dan Masehi. Namun hari itu memiliki keistimewaan tersendiri, karena pada hari itu Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari-hari itu. Puasa Senin dan Kamis adalah puasa yang paling sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah,

“Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya tentang alasannya, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman, “Tangguhkan keduanya.”‘ ” (HR. Ahmad). Lanjutkan membaca “Keajaiban Puasa Senin-Kamis”

Iklan
Diposkan pada Islami

Pentingnya Sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam

Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW telah berkata kepadaku: ‘Hai anakku! Jika engkau mampu tidak menyimpan dendam kepada orang lain sejak dari pagi sampai ke petangmu, hendaklah engkau kekalkan kelakuan itu! Kemudian beliau menyambung pula: Hai anakku! Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia akan berada denganku di dalam syurga! ‘ (Riwayat Tarmidzi) Lanjutkan membaca “Pentingnya Sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam”

Diposkan pada Islami

Doa dan Adab-Adabnya

  • Sesering mungkin berdoa kepada Allah. Lebih sering berdoa, akan lebih disukai oleh Allah swt.. (Alquran, Thabrani). * Orang-orang yang tidak suka berdoa, seolah-olah ia meyakini atas kemampuan diri sendiri tanpa bersandar kepada Allah. Orang seperti ini, adalah orang-orang yang sombong atas diri sendiri.
  • Hendaknya berdoa sambil mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka ke atas. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim). * Jangan berdoa dengan punggung tangan menghadap ke atas, kecuali pada shalat Istisqa dan minta dijauhkan dari bala. (Abu Dawud, Thabrani, Baihaqi, Ibnu Majah).
  • Dianjurkan berdoa dengan menghadap ke kiblat. (Tirmidzi, Thabrani).
  • Sunnah memulai doa dengan memuji Allah, lalu bershalawat ke atas Rasulullah saw.. (Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Baihaqi, Hakim).
  • Berdoa hanya untuk hal-hal yang dihalalkan oleh agama. Jangan berdoa untuk hal-hal yang dilarang atau diharamkan. (Muslim, Ahmad, Abu Dawud). Lanjutkan membaca “Doa dan Adab-Adabnya”
Diposkan pada Islami

Sholat Sunnah dan Adab-Adabnya

  • Dianjurkan berpindah tempat dari shalat fardhu. (Bukhari, Muslim).
  • Di antara setiap adzan dan iqamat, pada shalat lima waktu ada sunnahnya. Minimal dua rakaat shalat sunnah. (Bukhari, Muslim).
  • Setelah shalat wajib, sebaiknya jangan langsung shalat sunnah, disunnahkan agar diselingi dahulu dengan dzikir atau ke luar masjid. (Muslim).
  • Sebaik-baik tempat untuk shalat sunnah adalah di rumah, dan sebaik-baik tempat untuk shalat wajib adalah di masjid. (Bukhari, Muslim).
  • Dianjurkan meringankan/memendekkan bacaan surat dalam shalat sunnah Rawatib. (Bukhari, Muslim). * Mungkin jamaah sedang menunggu shalat segera dimulai. Memperpanjang bacaan, dikhawatirkan menyusahkan jama’ah yang lain.
  • Makruh melaksanakan shalat sunnah jika mendengar iqamat. (Muslim).
  • Ada shalat sunnah yang sunnah dilakukan dengan berjamaah, dan ada yang tidak disunnahkan dengan berjamaah. (Nasa’i).
  • Shalat sunnah boleh dikerjakan dengan duduk jika udzur. (Muslim, Ahmad). Boleh shalat sunnah tanpa ada niat tertentu (shalat Mutlak), asal jangan dilakukan pada waktu-waktu yang makruh untuk shalat. (Ibnu Majah).  Lanjutkan membaca “Sholat Sunnah dan Adab-Adabnya”
Diposkan pada Islami

Adab-adab Majelis

Majelis
Majelis
  • Dalam setiap majelis hendaknya memperbanyak dzikrullah, dan setidak-tidaknya bershalawat atas Nabi saw. sekali. (Nasa’i, Ibnu Hibban, Thabrani).
  • Orang yang hadir dalam suatu majelis terbagi menjadi tiga jenis orang, yaitu:
    1. Ghani yaitu orang yang banyak mengingat Allah dan tidak lalai kepada-Nya.
    2. Salim yaitu orang yang diam saja, hanya mendengar ucapan orang lain. Dan
    3. Syaji yaitu orang yang banyak membicarakan keburukan majelis. (Thabrani, Ibnu Majah).  Lanjutkan membaca “Adab-adab Majelis”
Diposkan pada Islami

Masjid dan Adab-adabnya

  • Dasar utama mendirikan masjid adalah takwa. (Al-Quran). * Barangsiapa mendirikan masjid, Allah akan mendirikan baginya bangunan seperti itu di surga. (Muslim).
  • Maksud dan tujuan masjid didirikan, adalah sebagai: 
    • Tempat shalat. (Muslim), 
    • Tempat dzikir. (Muslim), 
    • Tempat tilawat Al-Quran. (Muslim),
    • Tempat majelis agama. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi), 
    • Tempat ta’lim Al-Quran. (Thabrani, Bazzar), 
    • Tempat ta’lim masail. (Thabrani), dan 
    • Pusat dakwah Islamiyah. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
  • Masjid hendaknya dibangun di tempat yang dekat dengan masyarakat yang mudah dikunjungi. (Ahmad, Abu Dawud).  Lanjutkan membaca “Masjid dan Adab-adabnya”
Diposkan pada Islami

Adab-adab Hari Raya

  • Disunnahkan memakai pakaian yang terbaik. Namun bukan berarti pakaian yang baru, setidak-tidaknya pakaian yang terlihat baik dan suci. (Bukhari).
  • Rasulullah saw. sendiri mempunyai pakaian khusus yang dikenakan hanya pada hari Raya. (Ahmad).
  • Sunnah menyantap makanan sebelum pergi untuk shalat Idul Fitri. (Bukhari, Tirmidzi). * Karena sebelumnya sudah berpuasa sebulan penuh, maka pada hari Idul Fitri hendaknya makan atau minum dahulu sebelum shalat menandakan bahwa pada hari itu kita tidak berpuasa. Nabi saw. biasa makan beberapa kurma dengan ganjil sebelum shalat Idul Fitri. (Bukhari).
  • Dan disunnahkan agar tidak memakan apapun sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. (Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).
  • Shalat hari Raya boleh dilaksanakan tanpa menggunakan mimbar. (Bukhari). Lanjutkan membaca “Adab-adab Hari Raya”
Diposkan pada Islami

Puasa dan Adab-Adabnya

Puasa Ramadhan

  • Wajib berpuasa pada bulan Ramadhan bagi setiap Muslim. Dengan tujuan agar bertambah ketakwaan pada diri kita. (Al-Quran). * Puasa dimulai dari terbit Fajar Shubuh sampai Maghrib tiba. (Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah).
  • Berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lidah, mata, telinga, dan pikiran dari perbuatan yang dilarang agama. (Bukhari, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah).
  • Sunnah memulai puasa dengan sahur. Dan disunnahkan untuk melambatkan sahur serta menyegerakan berbuka. Melambatkan sahur yaitu mendekati waktu Shubuh. Dan mempercepat berbuka yaitu secepatnya membatalkan puasa setelah waktu Maghrib. Ini lebih baik daripada mempercepat sahur dan melambatkan berbuka. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah). Sunnah memulai berbuka dengan buah kurma. Jika tidak ada, cukup dengan minum air. (Tirmidzi. Nasa’i, Ibnu Majah). Lanjutkan membaca “Puasa dan Adab-Adabnya”
Diposkan pada Islami

Adab-adab Adzan / Iqomat

Prosedur/ Adab-adab Adzan dan Iqomat:

  1. Disyariatkan mengumandangkan adzan jika tiba waktu sholat ( HR Bukhari, Muslim ).
  2. Muaddzin ( orang yang mengumandangkan adzan ) dianjurkan berwudlu lebih dulu ( HR Tirmidzi ). Makruh hukumnya adzan tanpa wudlu ( Abu Dawud ).
  3. Disunnahkan menyerukan adzan dengan suara yang keras dan lantang, karena tujuan adzan adalah untuk memanggil orang banyak agar melaksanakan sholat berjamaah. Tidak seorangpun jin, manusia atau apa saja yang mendengar betapa keras suara muaddzin, melainkan menjadi saksi baginya pada hari kiamat. ( HR Bukhari, Nasa’i, Ibnu Majah ).
  4. Disunnahkan memilih orang yang ternyaring suaranya untuk adzan ( Abu Dawud ).  Lanjutkan membaca “Adab-adab Adzan / Iqomat”